Langsung ke konten utama

Nilai-Nilai Pendidikan Islam dalam Kontinuitas Kokok Ayam Jantan-Aziz-Syakur dkk.

Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam (Sinta2), VOL: 12/NO: 03 Agustus 2023

DOI: 10.30868/ei.v12i03.4570  

Nilai-Nilai Pendidikan Islam dalam Kontinuitas Kokok Ayam Jantan

(Studi di Masyarakat Pegunungan Wonosobo, Jawa Tengah)

Noor Aziz, Robingun Suyud El Syam, Sunanih, Mahlail Syakur Sf., Zulkifli Musthan 



Abstrak

The article aims to explore the values of Islamic education in the continuity of rooster crowing in mountain communities in Wonosobo, Central Java, by focusing on the value of Islamic education in reference to in-depth studies. This field research is qualitative with a cultural sociology approach. This research shows that roosters have a speciality compared to other animals, namely understanding the changes in time at night. He crows at the right time and is never late, either before or after dawn never misses, which is the nature of Allah granted to him. This sign is used by some of the Shafi’iyyah Scholars in determining time. The crowing of the rooster at night, as a sign of goodness where Muslims are encouraged to worship at night and in the morning. It can be understood that the continuity of the rooster's crowing is philanthropy for human kindness and benefit. So, all that can provide good benefits, should not be denounced or insulted. It should be appreciated and addressed wisely. Limitations are shown in the details of Islamic education values to be specified. This study expands its setting and orientation by integrating rooster crowing in Islamic philanthropy. It shows the prominent role of animals towards humans, which previous researches have not specifically touched upon.

 

Sumber: https://jurnal.staialhidayahbogor.ac.id/index.php/ei/article/view/27 

 

 

 

 

 

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tradisi dan Amaliah NU - Aswaja an-Nahdliyyah

TRADISI DAN AMALIAH DALAM NU Ø Bagaimana Konsep Bid’ah dalam Perspektif Aswaja Ø Apa saja  jenis Bid’ah & Klasifikasinya Ø Bagaimana Bid’ah Hasanah dari masa ke masa Ø Memahami makna Tradisi dalam konteks Aswaja Ø Apa h akekat Amaliyyah NU Ø Apa dalilnya tentang Tradisi dan Amaliyyah NU Beberapa persoalan pokok tersebut dapat diketahui secara lengkap tetapi ringkas dalam  MATERI ini. Selamat membaca .... dan mengamalkannya!!! Aku bangga jadi Wong NU ================= Ditulis oleh: H. Mahlail Syakur Sf. (Dosen FAI Unwahas, Ketua LTN PWNU Jawa Tengah) 

Ujaran Kebencian dalam Islam - NU

MENEBAR UJARAN KEBENCIAN DLM ISLAM ADALAH BAGIAN DARI KEMUNGKARAN Dibaca oleh Mahlail Syakur Sf.  Ujaran kebencian ( hatespeach ) masuk kategori perbuatan tercela ( akhlaq madzmumah ). Karena itu ia haram dilakukan untuk kepentingan apa pun, termasuk untuk tujuan kebaikan seperti dakwah atau amar ma’ruf nahi munkar. Demikian kesepakatan forum Sidang Komisi Bahtsul Masail ad-Diniyah al-Maudlu'iyah Musyawarah Nasional Alim Ulama 2018 yang digelar di Pondok Pesantren Darul Falah, Jalan Banda Seraya 47, Kecamatan Pagutan, Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat. “Amar-ma’ruf dan nahi-munkar juga tidak bisa dilakukan dengan kemunkaran karena mengajak kebaikan juga harus dilakukan dengan kebaikan. Oleh karena itu, amar-ma’ruf dan nahi-munkar tidak dapat dibenarkan melalui ujaran kebencian yang dalam Islam merupakan bagian dari kemunkaran”", kata Wakil Sekretaris Lembaga Bahtusul Masail PBNU, Mahbub Ma’afi usai membacakan rumusan sidang komisi sebagaimana rilis yang diterima isla...

Metode Penelitian Tafsir Kependidikan-Syakur

  Metode Penelitian Tafsir Kependidikan H. Mahlail Syakur Sf. Dosen UQ FAI Unwahas e-mail: syakur@unwahas.ac.id    Al-Qur`ân dalam konteks penurunannya telah menembus batas ruang dan waktu yang tidak tidak terbatas pada situasi yang hanya membutuhkan waktu sehari-semalam. Ia diturunkan secara tanjim atau munajjam dengan proses yang panjang terbentang selama 22 tahun 2 bulan 22 hari. Pada kondisi yang demikian al-Qur`ân sangat dimungkinkan untuk bisa memberikan jawaban atas persoalan-persoalan yang dihadapi masyarakat di mana ia diturunkan. Tahap demi tahap ayat-ayatnya diturunkan sesuai dengan perkembangan psikologi masyarakat Arab ketika itu. Seiring dengan perkembangan zaman dan tuntutan perubahan tatanan sosial al-Qur`ân dipersiapkan sebagai petunjuk ( huda ) oleh Tuhan Sang Pengatur jagad dengan berbagai konsep yang dapat diakses oleh manusia dalam melakukan tugas hidupnya di muka bumi sebagai khalifah.   Tugas ini menuntut manusia untuk melengkapi diri denga...