Langsung ke konten utama

Konsep Dasar Ilmu Fiqih - Mahlail Syakur Sf.

 

KONSEP DASAR ILMU FIQIH DAN KAREKTERISTIKNYA

Mahlail Syakur Sf., M.Ag.

FAI Universitas Wahid Hasyim Semarang

e-mail: syakur@unwahas.ac.id 

 

Fiqih merupakan sistem norma atau aturan yang mengatur hubungan manusia dengan Allâh. Tujuan pembelajaran fiqih adalah untuk mengetahui pokok-pokok hukum Islam secara terperinci dan komprehensif. Fiqih merupakan salah satu cabang ilmu dalam Islam yang mempelajari hukum-hukum syari’at Islam atau aturan-aturan yang mengatur kehidupan umat Islam yang bersumber dari Al-Qur`ân dan Hadits.

Ilmu fiqih sangat penting dalam Islam karena memberikan panduan kepada umat Islam tentang bagaimana menjalani kehidupan sehari-hari sesuai dengan ajaran agama, baik melalui ibadah mahdlah maupun ghair mahdlah. Oleh karena itu, pemahaman yang baik tentang konsep dasar ilmu fiqih dan karakteristiknya sangatlah penting bagi siapapun yang hendak mempelajari ilmu fiqih. 

Makalah singkat ini disusun sebagai berikut: Full Text

1.   Konsep Dasar Ilmu Fiqih

Konsep dasar ilmu fiqih adalah memahami dan menerapkan aturan-aturan hukum Islam (syari’ah) dalam kehidupan sehari-hari. 

Konsep dasar ilmu fiqih meliputi sumber hukum, thaharah, shalat, zakat, puasa, dan haji. Setiap aliran dalam ilmu fiqih memiliki ciri khas masing-masing, seperti penggunaan deduksi, penekanan pada masalah-masalah teologis, dan penggunaan bahasa Arab yang kaya. 

 

Konsep dasar akan membentuk landasan bagi pemahaman dan praktik hukum Islam dalam kehidupan sehari-hari dan membantu umat Islam menjalani kehidupan sesuai dengan ajaran agama.  

2.   Ilmu Fiqih dan Urgensinya dalam Islam

Ilmu fiqih merupakan rangkaian dari dua kata, yaitu ilmu dan fiqih sebagai nama suatu bidang disiplin ilmu dari ilmu-ilmu Syari`ah. Secara etimologis, kata fiqih berasal dari bahasa Arab fiqh (فقه) sebagai hasil proses derivasi dari kata faqihayafqahu - fiqhan (فقه – يفقه - فقها) yang berarti paham, tahu, mengerti, terampil. Pemahaman atau pengetahuan sebagaimana dimaksud di sini adalah pemahaman terhadap hukum-hukum syari’at Islam yang bersumber dari Al-Qur`ân dan Hadits. 

3.   Sumber Hukum dalam Ilmu Fiqih

Sumber Hukum utama dalam ilmu fiqih adalah Al-Quran dan Hadis Nabi. Selain itu, terdapat juga sumber hukum lain seperti Ijma' (kesepakatan para ulama) dan Qiyas (analogi). 

4.   Peran Ijtihad dalam Ilmu Fiqih dan Prosesnya  

Ijtihad adalah usaha maksimal dalam melahirkan hukum-hukum syariat dari dasar-dasarnya melalui pemikiran dan penelitian yang sungguh-sungguh dan mendalam. Kata ijtihād secara etimologis berasal dari kata jahd (جَهْد) yang berarti mashaqqah (مشقّة = kesulitan, kesukaran) atau mubālaghah (مبالغة = sungguh-sungguh) atau ghāyah (غاية = maksimum, klimaks) dan kata juhd (جُهْد) yang berarti thaqah (طاقة = kemampuan, kekuatan) atau wus'u (وسع = kemampuan, kekuatan, kesanggupan).  

5.   Karakteristik Ilmu Fiqih dan Hukum Positif

Setiap aliran dalam ilmu fiqih memiliki karakteristik masing-masing. Ilmu Fiqih merupakan ilmu yang sangat penting dalam kehidupan umat Islam, karena mencakup segala aspek kehidupan dan berlandaskan pada sumber-sumber hukum Islam yang utama.

6.   Sistematika Ilmu Fiqih  

Berhubung fiqh adalah sebuah cabang ilmu, maka tentu saja harus ada sistematika penyusunannya. Meskipun sistematika penyusunan ilmu fiqh banyak perbedaan antara satu ‘ulama satu dengan lainnya, akan tetapi pada dasarnya pasti sama.

Dalam ilmu fiqih terdapat konsep dasar yang meliputi sumber hukum, taharah, shalat, zakat, puasa, dan haji. Setiap aliran dalam ilmu fiqih memiliki ciri khas masing-masing. Ilmu fiqih sangat penting untuk dipelajari oleh setiap muslim agar dapat mengetahui dan memahami pokok-pokok hukum Islam secara terperinci dan menyeluruh. Ilmu fiqih berbeda dengan ilmu hukum positif. [MS2F]   

والله أعلم بالصواب

Referensi:

Abdurrahman, Jalaluddin, al-Ijtihad, Kairo: Dar at-Thiba’ah al-Haditsah, 1986.

al-Amidi, Abu al-Hasan `Ali ibn Muhammad, Al-Ihkam fi Ushul al-Ahkam, (Beirut: Dar al-Kutub al-Arabi, 1404 H.).

Bik, Muhammad Khudlari. Ushûl al-Fîqh. Kairo: Dar al-Hadits, 2003.

ad-Dimyati, Abi Bakr ibn Muhammad Syata, Hasyiyah ‘Ianah at-Thalibin, (Bandung: Syirkah al-Ma’arif, t.th.

Al-Ghazali, Al-Mustasfa, Beirut: Dar al-Kutub al-‘Arabiyah, t.th.

Ghazaly, Abd. Rahman, dkk., Fiqh Mu’amalah, Jakarta: Kencana, 2012, cet. Kedua.

Habib, Sa’di Abū, Al-Qāmūs al-Fiqh Lughatan wa Işţilahan, Damaskus: Dar al-Fikr, 1988.

Hasan, Akhmad Farroh, Fiqh Mu’amalah dari Klasik hingga Kontemporer, Malang: UIN Maliki Press, 2018.

Jamaludin, Fiqh Ibadah, Suryalaya: Latifah, 2017.

Al-Juzairi, Abd al-Rahman, Al-Fiqh `Ala Madzahib al-Arba`ah, Dar al-Fikr al-`Arabi, 1991 M/1411 H.

Khallaf, Abdul Wahhab, ‘Ilm Ushul al-Fiqh, (Kairo: Dar al-Fikr al-‘Arabiy, 1996.

Koto, Alaiddin, Ilmu Fiqh dan Ushul Fiqh (sebuah Pengantar), Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada, 2009.

Ma’luf, Abu Luwis, Al-Munjid fi al-Lughat wal-A’lam, (Beirut: Dar al-Masyriq, 1987), Cet. Ke-27.

Madkur, Muhammad Sallam, Al-Fiqh al-Islamiy, Kairo: Maktabah Abdullah Wahbah, 1955.

Mandhur, Muhammad ibn Mukarram Ibn. Lisan al-‘Arab. Beirut: Dar al-Fikr, 1410 H./ 1990.

An-Nawawi, Al-Majmu‘ Syarh Al-Muhaddzab, Bairut: Dar Al-Fikr, 1415/1995.

Nurliana, Fiqh Ibadah, Pekanbaru: LPPM STAI Diniyah, 2021.

Qudamah, Ibnu, al-Mughni, Damsyiq: Dar al-Fikr, t.th.

ar-Rafi’i, Imam, al-Muharrar fi Fiqh al-Imam as-Syafi’i, Kairo: Darus Salam, 2013.

Rohmansyah, Fiqh Ibadah dan Mu’amalah, Yogyakarta: LP3M, 2017.

Rusdi, M. Ali, Fiqh Mu’amalah Kontemporer, Parepare: IAIN Parepare Nusantara Press, 2019.

Rusyd, Ibnu, Bidayah al-Mujtahid, Makkah: Maktabah Nizar al-Bazj, 1415 H./ 1995. 

As-Shiddieqy, Muhammad Hasbi, Pengantar Ilmu Fiqh, (Jakarta: CV. Mulia, 1967.

Subairi, Fiqh Mu’amalah, Pamekasan: Duta Media Publishing, 2021.

Syafe`i, Rachmat, Ilmu Ushul Fiqih, Bandung: Pustaka Setia, 2007.

as-Syafi’i, Imam, ar-Risalah

Syakur Sf., Mahlail, ‘Ulum Al-Qur`ân, Semarang: PKPI2, 2005. 

Syakur Sf., Mahlail, ‘Ulum al-Hadits, Kudus: MASEIFA Jendela Ilmu, 2009.

Syarifuddin, Amir, Ushul Fiqh I, Jakarta: Logos Wacana Ilmu, 1997.

as-Syathibi, Abu Ishaq, al-Muwafaqat, Mesir: Mushthafa al-Babi al-Halabi, 1976.

Yafie, Ali, Menggagas fiqh Sosial, (Jakarta: Mizan, 1994.

Zahrah, Muhammad Abu, Malik Hayatuh wa `Ara`uh wa Fiqhuh, Kairo: Dar al-Fikr al-`Araby, tt..

az-Zuhally, Wahbah, Ushul al-Fiqh al-Islamy, Beirut: Dar al-Fikr, 1986.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sejarah Ilmu Fiqih - Unwahas

SEJARAH ILMU FIQIH Mahlail Syakur Sf. FAI Universitas Wahid Hasyim Semarang     Di antara ragam kajian yang menjadi lingkup studi Islam, baik di Timur maupun Barat adalah ilmu fikih atau hukum Islam. Arif menuturkan bahwa perbedaan mendasar yang dilakukan masyarakat dari dua wilayah tersebut adalah pendekatan yang digunakan. Jika di Timur, dilakukan pendekatan dengan menguasai substansi materi dan penguasaan atas khazanah keislaman klasik, maka di Barat, kajiannya diorientasikan terhadap realitas atau fenomena sosial Islam sehingga ranah diskusi atasnya berada pada kawasan yang menyejarah, meruang dan mewaktu. Tulisan ini bertujuan untuk mengelaborasi secara sederhana mengenai ilmu fiqih yang dikaji tersebut di atas. Elaborasi diarahkan pada sejarah, tokoh dan mazhab-mazhab utama yang terdapat padanya. Sebagai pendahuluan, fikih yang dimaksud dalam tulisan ini adalah jurisprudence ( islamic doctrine ) , dengan definisi berbunyi ilmu mengenai hukum syariah –baik yang...

Tradisi dan Amaliah NU - Aswaja an-Nahdliyyah

TRADISI DAN AMALIAH DALAM NU Ø Bagaimana Konsep Bid’ah dalam Perspektif Aswaja Ø Apa saja  jenis Bid’ah & Klasifikasinya Ø Bagaimana Bid’ah Hasanah dari masa ke masa Ø Memahami makna Tradisi dalam konteks Aswaja Ø Apa h akekat Amaliyyah NU Ø Apa dalilnya tentang Tradisi dan Amaliyyah NU Beberapa persoalan pokok tersebut dapat diketahui secara lengkap tetapi ringkas dalam  MATERI ini. Selamat membaca .... dan mengamalkannya!!! Aku bangga jadi Wong NU ================= Ditulis oleh: H. Mahlail Syakur Sf. (Dosen FAI Unwahas, Ketua LTN PWNU Jawa Tengah)