Langsung ke konten utama

Bait-Bait Terimakasih Dr. Ruchman Basori

 BAIT-BAIT TERIMAKASIH

Dr. Ruchman Basori, S.Ag., M.Ag. 


Para cerdik pandai yang amat sangat terpelajar

Guru-guruku yang kuat mengarahkan nalar

Para kyaiku yang membimbing dengan sabar 

Para Seniorku yang menempa agar tak pernah gentar

Adik-adikku yang baik sang pembelajar

Sahabat-sahabatku yang terkasih tak pernah pudar


Para kolega yang baik dan budiman

Para pimpinan yang kuat mengarahkan

Orang tuaku dalam tangis, sayang dan kerinduan

Istri tercinta dalam suka-duka seiring sejalan


Anak-anakku yang sholih dalam ketakdziman

Para kemenakanku yang turut dalam kegembiraan

Saudara-saudaraku yang tak henti memberikan dukungan


Dalam ujian terbuka desertasi yang menantang

Di hadapan para penguji yang amat sangat terpelajar

Pertanyaan kritis dihunjam dalam menit-menit menegangkan

Dinyatakan lulus mengakhiri pendakian


Titian panjang yang kadang melelahkan

Bait-bait dan lirik lagu sepanjang jalan

Mengisahkan pilu gembira silih bergantian


Konon diumumkan lulus dengan sangat memuaskan

Memakai toga sebagai doktor Manajemen Kependidikan

366 angka keramat dalam penantian

5 tahun lebih dalam detik-detik pembelajaran

Wow 3,91 IPK yang diraih dalam titian

Kata Ketua Sidang yang penting selesai doktor, 

soal lamanya belajar tak pernah ditanyakan


Terimakasih atas segala doa dan harapan

Matur nuwun atas segala dorongan dan perhatian 

yang hadir menyempatkan

yang ber-WA dalam deretan ucapan

yang berkirim karangan bunga berjejeran

yang membuat flayer indah di perlintasan

yang mengangkat tangan dalam kesunyian


Dalam setia doakupun kupanjatkan

untuk semua dalam doa dan perhatian

Amin amin amin ya Rabbal ‘Alamin 


Semarang, 14 Maret 2024

Yang Berbahagia, 

Dr. Ruchman Basori

 

UNNES, 14 Maret 2024 = 3 Ramadlan 1445 = Kamis Kliwon

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tradisi dan Amaliah NU - Aswaja an-Nahdliyyah

TRADISI DAN AMALIAH DALAM NU Ø Bagaimana Konsep Bid’ah dalam Perspektif Aswaja Ø Apa saja  jenis Bid’ah & Klasifikasinya Ø Bagaimana Bid’ah Hasanah dari masa ke masa Ø Memahami makna Tradisi dalam konteks Aswaja Ø Apa h akekat Amaliyyah NU Ø Apa dalilnya tentang Tradisi dan Amaliyyah NU Beberapa persoalan pokok tersebut dapat diketahui secara lengkap tetapi ringkas dalam  MATERI ini. Selamat membaca .... dan mengamalkannya!!! Aku bangga jadi Wong NU ================= Ditulis oleh: H. Mahlail Syakur Sf. (Dosen FAI Unwahas, Ketua LTN PWNU Jawa Tengah) 

Ujaran Kebencian dalam Islam - NU

MENEBAR UJARAN KEBENCIAN DLM ISLAM ADALAH BAGIAN DARI KEMUNGKARAN Dibaca oleh Mahlail Syakur Sf.  Ujaran kebencian ( hatespeach ) masuk kategori perbuatan tercela ( akhlaq madzmumah ). Karena itu ia haram dilakukan untuk kepentingan apa pun, termasuk untuk tujuan kebaikan seperti dakwah atau amar ma’ruf nahi munkar. Demikian kesepakatan forum Sidang Komisi Bahtsul Masail ad-Diniyah al-Maudlu'iyah Musyawarah Nasional Alim Ulama 2018 yang digelar di Pondok Pesantren Darul Falah, Jalan Banda Seraya 47, Kecamatan Pagutan, Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat. “Amar-ma’ruf dan nahi-munkar juga tidak bisa dilakukan dengan kemunkaran karena mengajak kebaikan juga harus dilakukan dengan kebaikan. Oleh karena itu, amar-ma’ruf dan nahi-munkar tidak dapat dibenarkan melalui ujaran kebencian yang dalam Islam merupakan bagian dari kemunkaran”", kata Wakil Sekretaris Lembaga Bahtusul Masail PBNU, Mahbub Ma’afi usai membacakan rumusan sidang komisi sebagaimana rilis yang diterima isla...

Metode Penelitian Tafsir Kependidikan-Syakur

  Metode Penelitian Tafsir Kependidikan H. Mahlail Syakur Sf. Dosen UQ FAI Unwahas e-mail: syakur@unwahas.ac.id    Al-Qur`ân dalam konteks penurunannya telah menembus batas ruang dan waktu yang tidak tidak terbatas pada situasi yang hanya membutuhkan waktu sehari-semalam. Ia diturunkan secara tanjim atau munajjam dengan proses yang panjang terbentang selama 22 tahun 2 bulan 22 hari. Pada kondisi yang demikian al-Qur`ân sangat dimungkinkan untuk bisa memberikan jawaban atas persoalan-persoalan yang dihadapi masyarakat di mana ia diturunkan. Tahap demi tahap ayat-ayatnya diturunkan sesuai dengan perkembangan psikologi masyarakat Arab ketika itu. Seiring dengan perkembangan zaman dan tuntutan perubahan tatanan sosial al-Qur`ân dipersiapkan sebagai petunjuk ( huda ) oleh Tuhan Sang Pengatur jagad dengan berbagai konsep yang dapat diakses oleh manusia dalam melakukan tugas hidupnya di muka bumi sebagai khalifah.   Tugas ini menuntut manusia untuk melengkapi diri denga...