Langsung ke konten utama

Al-Qur`an sebagai Dasar dan Sumber Pendidikan - Syakur

 

AL-QUR`ÂN SEBAGAI DASAR DAN SUMBER PENDIDIKAN 

Mahlail Syakur Sf.
 

Abstrak

Al-Qur`ân merupakan kitab yang berfungsi sebagai manhaj beragama sekaligus merupakan mu’jizat terbesar dan kekal. Al-Qur`ân dengan jaminan autentisitasnya menyajikan segala informasi yang mempuyai persesuaian dengan hasil sains modern yang mengandung pernyataan ilmiah kepada siapa pun. Termasuk di dalamnya dasar dan sumber seluruh ilmu pengetahuan dan pendidikan. Al-Qur`ân adalah dasar bagi pendidikan karena berisi berbagai argument (hujjah) sebagaimana tersirat dalam Surah an-Nisâ`: 59 dan 80, al-Mâ`idah: 92, dan al-Anfâl: 20 dan 46. Dan al-Qur`an adalah sumber utama (primeir resource) bagi pendidikan yang dilengkapi dengan fitur-fitur kependidikan (kull shay`) guna membentuk masyarakat yang rabbani. Fungsi ini tersirat dalam surat an-Nahl: 89, al-‘Alaq: 1 dan 3, an-Nahl: 43, Ali ’Imran: 79, dan al-Maidah: 101.Kata Kunci : al-Qur`ân, dasar pendidikan, sumber pendidikan 

Abstract
The Qur'ân is a book that serves as a religious manhaj and as well as the greatest and everlasting miracle. The Qur'ân with the assurance of authenticity presents all information which is in conformity with the results of modern science containing scientific statements to anyone. It includes the foundation and source of all science and education. The Qur'ân is the basis for education because it contains various arguments (hujjah) as implied in Surah an-Nisâ`: 59 and 80, al-Mâ`idah: 92, and al-Anfâl: 20 and 46. And the Qur'an is the primeir resource for education equipped with educational features (kull shay`) in order to form a rabbani society. This function is implied in Surah of an-Nahl: 89, al-'Alaq: 1 and 3, an-Nahl: 43, Ali 'Imra>n: 79, and al-Maidah: 101.

Keywords: al-Qur`ân, basic education, education source


Silahkan baca dan disitasi lewat link ini!


atau link : 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tradisi dan Amaliah NU - Aswaja an-Nahdliyyah

TRADISI DAN AMALIAH DALAM NU Ø Bagaimana Konsep Bid’ah dalam Perspektif Aswaja Ø Apa saja  jenis Bid’ah & Klasifikasinya Ø Bagaimana Bid’ah Hasanah dari masa ke masa Ø Memahami makna Tradisi dalam konteks Aswaja Ø Apa h akekat Amaliyyah NU Ø Apa dalilnya tentang Tradisi dan Amaliyyah NU Beberapa persoalan pokok tersebut dapat diketahui secara lengkap tetapi ringkas dalam  MATERI ini. Selamat membaca .... dan mengamalkannya!!! Aku bangga jadi Wong NU ================= Ditulis oleh: H. Mahlail Syakur Sf. (Dosen FAI Unwahas, Ketua LTN PWNU Jawa Tengah) 

Ujaran Kebencian dalam Islam - NU

MENEBAR UJARAN KEBENCIAN DLM ISLAM ADALAH BAGIAN DARI KEMUNGKARAN Dibaca oleh Mahlail Syakur Sf.  Ujaran kebencian ( hatespeach ) masuk kategori perbuatan tercela ( akhlaq madzmumah ). Karena itu ia haram dilakukan untuk kepentingan apa pun, termasuk untuk tujuan kebaikan seperti dakwah atau amar ma’ruf nahi munkar. Demikian kesepakatan forum Sidang Komisi Bahtsul Masail ad-Diniyah al-Maudlu'iyah Musyawarah Nasional Alim Ulama 2018 yang digelar di Pondok Pesantren Darul Falah, Jalan Banda Seraya 47, Kecamatan Pagutan, Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat. “Amar-ma’ruf dan nahi-munkar juga tidak bisa dilakukan dengan kemunkaran karena mengajak kebaikan juga harus dilakukan dengan kebaikan. Oleh karena itu, amar-ma’ruf dan nahi-munkar tidak dapat dibenarkan melalui ujaran kebencian yang dalam Islam merupakan bagian dari kemunkaran”", kata Wakil Sekretaris Lembaga Bahtusul Masail PBNU, Mahbub Ma’afi usai membacakan rumusan sidang komisi sebagaimana rilis yang diterima isla...

Metode Penelitian Tafsir Kependidikan-Syakur

  Metode Penelitian Tafsir Kependidikan H. Mahlail Syakur Sf. Dosen UQ FAI Unwahas e-mail: syakur@unwahas.ac.id    Al-Qur`ân dalam konteks penurunannya telah menembus batas ruang dan waktu yang tidak tidak terbatas pada situasi yang hanya membutuhkan waktu sehari-semalam. Ia diturunkan secara tanjim atau munajjam dengan proses yang panjang terbentang selama 22 tahun 2 bulan 22 hari. Pada kondisi yang demikian al-Qur`ân sangat dimungkinkan untuk bisa memberikan jawaban atas persoalan-persoalan yang dihadapi masyarakat di mana ia diturunkan. Tahap demi tahap ayat-ayatnya diturunkan sesuai dengan perkembangan psikologi masyarakat Arab ketika itu. Seiring dengan perkembangan zaman dan tuntutan perubahan tatanan sosial al-Qur`ân dipersiapkan sebagai petunjuk ( huda ) oleh Tuhan Sang Pengatur jagad dengan berbagai konsep yang dapat diakses oleh manusia dalam melakukan tugas hidupnya di muka bumi sebagai khalifah.   Tugas ini menuntut manusia untuk melengkapi diri denga...